Sukanto Tanoto

Woodfibre LNG, British Columbia menandatangani kesepakatan ekspor gas alam

Woodfibre LNG, didukung oleh pengusaha Sukanto Tanoto, telah menandatangani letter of intent (LOI) dengan Provinsi British Columbia mengenai usulan pencairan Woodfibre dan fasilitas ekspor yang berlokasi di dekat Squamish, 70 kilometer timur laut Vancouver. LOI ini meliputi komitmen provinsi untuk meresmikan pajak dua tingkatnya yang baru pada terminal ekspor LNG pada 30 November dan Woodfibre LNG diharapkan menyelesaikan perjanjian proyek pengembangan dengan pemerintah pada akhir tahun.

"Woodfibre LNG berharap untuk menjadi terminal ekspor LNG yang pertama di British Columbia," kata Imelda Tanoto, Direktur Utama Woodfibre LNG, dalam sebuah pernyataan.

Dengan modal hanya 2 miliar dolar Amerika, terminal ini akan mampu mengekspor sedikitnya 2,1 juta metrik ton per tahun, dengan rencana untuk mulai mengekspor gas pada awal 2017. Proyek ini menjadi yang terdepan di antara proyek-proyek pesaingnya, yang semuanya terletak di dekat Pelabuhan Prince Rupert dan Kitimat di utara B.C.

Fasilitas ekspor yang diusulkan akan terletak di bekas pabrik bubur kayu di kawasan industri yang memiliki sistem perpipaan, listrik, dan persediaan gas yang bagus, serta pelabuhan penampungan yang akan mempercepat perkembangannya.

Woodfibre LNG dimiliki oleh Pacific Oil & Gas (PO&G), sebuah unit dari Grup RGE yang berbasis di Singapura, yang didirikan oleh pengusaha Indonesia Sukanto Tanoto. PO&G memiliki saham di terminal penerima LNG di dekat Shanghai dan pembangkit listrik bertenaga gas di Xiamen, di Provinsi Fujian, Tiongkok, yang memperoleh pasokan gas dari Kanada. Impor LNG Tiongkok berada pada rekor tertinggi dan negara berharap untuk menjadi salah satu importir LNG top dunia pada tahun 2020.

Pemerintah Kanada telah menyetujui lisensi ekspor jangka panjang untuk Woodfibre LNG bersama tiga proyek lainnya. Kebanyakan proyek ekspor gas lainnya di Amerika Utara tidak bisa diharapkan untuk memulai pengiriman sebelum 2020 dan beberapa mengalami keterlambatan disebabkan belum mendapat izin dan persetujuan lingkungan dari masyarakat sekitar.

"Woodfibre memang investasi yang lebih kecil, tapi bila kita pikirkan, investasi itu akan menjadi, jalur yang lebih cepat," kata Clark dalam sebuah wawancara telepon."Jadi proyek itu akan mengirimkan kapal ke Asia lebih awal. Ini bisa menjadi salah satu kilang pencairan pertama yang mengirim kapal ke Asia dari British Columbia."

Unduh Artikel Lengkapnya