Sukanto Tanoto

Pengusaha Sukanto Tanoto memberikan beasiswa kepada mahasiswa kedokteran NUS

Pengusaha sukses dan pelopor kelompok perusahaan manufaktur, Sukanto Tanoto, mendirikan Dana Beasiswa Tanoto melalui hadiah yang diberikan oleh Tanoto Foundation untuk membantu mahasiswa kedokteran strata 1 (S1) yang membutuhkan biaya kuliah agar mereka dapat melanjutkan pendidikan di NUS Yong Loo Lin School of Medicine. Sukanto Tanoto dan istrinya, Tinah Bingei Tanoto, mengatakan, "Semua orang harus memiliki kesempatan untuk mencapai potensi penuh mereka... Membuat perbedaan dalam kehidupan manusia, mungkin, merupakan hal yang paling memuaskan yang bisa dilakukan seseorang."

Sukanto Tanoto, dan Tinah Bingei Tanoto, keduanya harus putus sekolah di sekolah menengah atas untuk mendukung keluarga dan bisnis mereka. Bersama, mereka mendirikan Tanoto Foundation yang berusaha untuk mengurangi kesulitan dan memutus siklus kemiskinan antargenerasi melalui program pendidikan, pemberdayaan, dan peningkatan. Di bidang pendidikan, Tanoto Foundation memberikan beasiswa kepada para siswa dan membantu mereka untuk memenuhi impian mereka menerima pendidikan berkualitas tinggi.

Dana Beasiswa Tanoto akan mendukung mahasiswa kedokteran S1 di NUS Yong Loo Lin School of Medicine selama masa studi mereka. Salah satu penerima beasiswa, Faith Leong, mampu menjalani studi kedokteran tanpa mengkhawatirkan masalah keuangan dan dapat berkonsentrasi penuh dalam studi, untuk mengejar panggilan hidupnya menjadi seorang dokter. "Saya sangat berterima kasih atas semua bantuan keuangan yang saya terima sejauh ini dan saya pasti bersedia untuk memberikan kembali kepada orang lain yang membutuhkan bantuan serupa di masa mendatang," kata mahasiswi ini.

Faith sangat percaya bahwa menjadi seorang dokter bukan hanya pekerjaan tapi juga panggilan hidup. Selama menjalani masa pra-universitas, ia terinspirasi, pada perawatan dan usaha yang dilakukan seorang dokter kanker terhadap pasiennya. Selama pemadaman listrik, ia naik 10 anak tangga untuk mengambil sendiri obat-obat kemoterapi yang peka terhadap panas dan menyimpannya dengan benar. "Dia menunjukkan standar perawatan dan etika yang ingin saya berikan kepada para pasien saya di masa depan sebagai seorang profesional," tuturnya.

Unduh Artikel Lengkapnya